KBRN Tolitoli, Desa Lampasio Serius Tekan Stunting Lewat Rembuk
PPID:
PPID Toli Toli
Kode:
PPID-RRI/63/140725-1329180-2
Tipe:
Berkala
Kategori:
Laporan Bidang Pemberitaan/Tim Penyiaran
Didownload:
17 kali
Dilihat:
21 kali
Deskripsi
KBRN, Tolitoli: Pemerintah Desa Lampasio, Kecamatan Lampasio, menunjukkan komitmen nyata dalam menanggulangi stunting dengan menggelar kegiatan Rembuk Stunting pada Kamis, 10 Juli 2025, bertempat di Kantor Desa Lampasio. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui perencanaan kolaboratif lintas sektor.
Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Abdul Kadir, rembuk tersebut melibatkan sejumlah unsur penting, seperti Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perwakilan Ekawat Tolitoli, Kasi Pemerintahan Kecamatan Lampasio Putu Budi Darmawan, ST, Kepala Puskesmas Lampasio Elfin Yustian Marande, para bidan desa, serta kader Posyandu. Kolaborasi ini menunjukkan keseriusan Pemdes dalam menjadikan pencegahan stunting sebagai prioritas utama.
“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi aktif antara masyarakat, puskesmas, dan pemerintah desa,” ujar Abdul Kadir dalam sambutannya. (11/7/2025)
Ia menambahkan bahwa indikator stunting tidak hanya dilihat dari status gizi, tetapi juga pertumbuhan tinggi badan anak. Oleh karena itu, intervensi langsung oleh Posyandu menjadi sangat vital, terutama melalui pemberian vitamin, makanan tambahan, susu, dan obat-obatan kepada balita dan ibu hamil.
Meskipun menghadapi keterbatasan anggaran, Pemdes Lampasio tetap mengalokasikan dana khusus untuk program penanggulangan stunting. Hasilnya cukup menggembirakan, dengan penurunan kasus stunting dari 11 menjadi 10 anak. Hal ini menjadi indikator bahwa langkah yang diambil sudah berada di jalur yang benar.
Kepala Desa juga menyampaikan apresiasi kepada para kader gizi dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Lampasio atas kerja keras dan dedikasi mereka dalam mendampingi program ini.
“Harapan kami, angka stunting di Desa Lampasio bisa terus ditekan hingga mencapai nol kasus,” pungkasnya.